Untuk senandung, kita beda, kawan…

-_-

Lantunan lagu-lagu norak itu masih senantiasa menggantung di daun telingaku. Inilah salah satu hal yang membuatku kehilangan ketertarikan untuk menonton TV: acaranya mulai didominasi oleh acara-acara musik terbaru yang kebanyakan NORAK SANGAT.

Read More

Cerpen: Segenggam rindu di gerbong terakhir

on the last wagon....

Besi besar ini baru bergerak sejengkal, namun pikiranku sudah melalang ribuan kilo. Aku baru saja menduduki kursi di  kompartemen berdebu ini, diatas kereta tua yang akan membawaku entah ke bumi yang mana. Lagipula mana aku peduli? Aku hanya ingin pulang.

Aku tak bisa lagi menahan denyut-denyut kerinduan ini, yang semakin berdenyut, terasa semakin perih. Aku  rindu pada tempat  yang bahkan tak lagi bisa kugambarkan di kepala ini. Kerinduan pada tempat yang sangat jauh adalah hal yang biasa. Namun berpulang kesana dengan tangan hampa adalah hal konyol.

Read More

Bahkan akupun heran

menunggu untuk datang ke tempat ini... kembali.

Semua orang merinding mendengar beberapa bait kata yang beliau lontarkan, atmosfer kelas seakan berbalik, dari cerah menawan menjadi gelap mengancam. Semua kegirangan karena berita liburan, seakan terbungkam hanya dengan satu kali perkataan “kita libur karena kakak kelas kita melaksanakan UN”. Sebuah kalimat yang menakutkan, walaupun kami masih mempunyai waktu satu tahun lagi untuk menghadapinya, namun tetap saja, UN masih terdengar menakutkan bagi kami.

Read More

Rintihan kala malam

Obat. makanan akhir-akhir ini...

Siapa itu yang merintih? Kuntilanak? Bukan! Anjing tetangga?? Bukan!! Nenek-nenek yang jari telunjuk kirinya sakit? Hampir tepat!! Namun  dalam kasus ini, pemerannya adalah blogger 16 tahun.

Read More

Ingin berbalik kembali

berputar... berbalik kembali...

Andai hidup memiliki tombol rewind.

Aku akan perbaiki masa taman kanak-kanakku yang tak pernah kuselesaikan, akan kupukuli semua anak nakal yang menggangguku, akan kudapatkan nilai A+ di semua prakarya sekolahku.

Read More

Debu itu tak kan mengganggu!!

debu... debu..

Ada orang-orang yang sangat suka mengamati matahari, kemanapun dia pergi. Matahari pun seakan tak mau kalah, bersolek, berkawan dengan alam sekitar, membuat mata ini terbelalak, tak sanggup menampung keindahan-keindahan ini di kornea mata. Matahari memang begitu menawan, kita bisa terpana ketika ia terbit, terkadang kita mendelik ketika ia terik, namun jarang yang menikmati kala ia akan pergi.

Read More

Ternyata Beliau senang mengutak-atik

aurora

Aku baru tahu, bahwa ternyata Tuhan senang dalam melencengkan sesuatu, hingga sesuatu itu berkesan berantakan. Berantakanadlah keadaan dimana sesuatu itu tidak diletakkan pada tempatnya. Bagiku berantakan bukan hanya itu, namun suatu hal yang sebab akibatnya yang tak benar juga akan kuanggap berantakan. Seperti jika kita berada dalam rumah yang kebakaran, namun kita tetap tidak hangus hingga api padam, maka itu juga kusebut sebagai ”takdir yang berantakan”.

Read More