gempa sumatera: bangunkanku diakhir september

eq

Sesuatu yang dahsyat membangunkanku di akhir september. PKI kah?? seperti mereka membangunkan kegemparan masyarakat di akhir September puluhan tahun lalu? tentu saja tidak. Aku bahkan yakin PKI pun takut akan sesuatu yang ini.

Yah, tak perlu kujelaskan lagi, toh sudah banyak media yang memberitakan luluh lantak mahakarya Tuhan ini, gempa bumi 7,6 skala richter mengguncang Sumatera Barat dan merembes ke seluruh penjuru Sumatera.

Kejadian ini mirip dengan sebuah lagu:

Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends

Like my fathers come to pass
Seven years has gone so fast
Wake me up when September ends

Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are

As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends

Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends

Ring out the bells again
Like we did when Spring began
Wake me up when September ends

Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are

As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends

Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends

Like my fathers come to pass
Twenty years has gone so fast
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends

Green Day: Wake me up when September ends

Gempa ini dengan sukses meluluhlantakkan nyaris separuh kota inihanya dengan beberapa detik goncangan, dan dengan sukses pula menaikkan adrenalin semua umat yang ada.

Apa lagi keluargaku yang waktu itu yang sedang berpencar, orang tuaku yang punya urusan dari pagi belum juga pulang, ah, andai saja musibah ini ditunda dulu beberapa jam….

Tapi yang lebih penting dari semua ini, aku baik-baik saja, aku masih punya tenaga yang cukup(bahkan lebih) jika hanya sekedar untuk untuk menulis disini. (sekali lagi, aku belum mati!! syukur alhamdulillah…)

Bisa kukatakan, saat-saat seperti ini adalah titik balik kemakmuran kota Padang, sekaligus saat-saat dimana kita harus berbenah kembali, mengoreksi apa yang telah diperbuat, dan bersiap untuk kehidupan damai yang selanjutnya

Tapi, sayangnya, bagaimanapun kuatnya gempa, masih ada beberapa menusia bertipe (maaf) Anjing berkeliaran kemana-mana?? Anjing?? ya! mereka kusebut anjing bukan karena pipis di sembarangan tempat padahal sudah ada tulisan”dilarang kencing kecual Anjing”, bukan!! tapi karena masih tega mencari kesempatan disela-sela kesempitan. Semua barang yang dibutuhkan oleh orang-orang yang sedang panik, dijualnya dengan harga fantastis, terlalu fantastis bahkan untuk sebuah air mineral gelas yang dijual dengan harga 300% biasanya.

Tapi dibalik semua itu, gempa ini juga membawa hikmah. Paling tidak, rasa kemanusiaan dan tolong menolong antar sesama, yang akhir-akhir ini mulai pudar di masyarakat kota Padang khususnya, dapat bkulihat kembali. Rasa tolong-menolong yang sangat langka, mulai menampakkan diri lagi. Tak ada rasa sombong, rasa cemburu, semua perbedaan serasa ditepis oleh rasa toleransi dan tolong menolong. Ternyata sedikit banyaknya gempa itu baik juga.

Yang paling menyakitkan adalah, kota padang terlihat begiru terperangkap dalam chaos disiang hari, asap disana-sini, kemacetan 1 kilometer disetiap pom bensin. Dan ketika malam, lebih terlihat seperti kota mati, puing-puing reruntuhan dimana-mana, gelap gulita tak ada listrik.

Ingin rasanya aku cepat tertidur, mungkin saja ini cuma mimpi buruk, manatahu esok pagi aku bangun dan ternyata 30 September baru saja dimulai,tetapi nihil, ini tak kurang dari sebuah realita. Bagaimanapun juga, semua hiruk-pikuk ini terlalu heboh, bahkan hanya untuk membangunkanku ketika September berakhir….

13 Comments

  1. aduuuuuuuuuuuuuh Arif…..
    aku lega membaca ini
    Puji Tuhan!
    aku cukup khawatir (sekali)
    ah aku senang …

    semoga bisa cepat pulih dari trauma
    apakah seluruh keluarga baik-baik saja?

    EM

    NB soal si anjing-anjing itu, di jepang pun ada kok. bukan hanya di Indonesia. Biarkan mereka bertanggung jawab pada sang penciptanya bukan?

  2. Syukurlah Arif selamat tak kurang suatu apa. gimana dgn kerabat dan familimu?

  3. @ikkyu_san a.k.a. imelda: @nanaharmanto:

    puji syukur, aku tak apa mbak, masih cukup kehidupanku bahkan hanya untuk ngeblog….ya… hanya bagian belakang rumah saja yang sedikit rusak…tapi selain itu, aku dan keluarga tak apa 2 mbak…

  4. Alhamdulillah Rif, senang sekali saya mengetahui kalau Arif dan keluarga selamat. Begitu juga dengan Imoe…

    Insya Allah Rabu, 7 Oktober 2009, saya akan ke Padang. Tolong beritahukan nomor HP Arif ke email saya ya… Thanks

  5. memang para manusia yang kamu bilang kayak anj*** itu perlu diberantas, bukannya bikin semua jadi mudah malah bikin semuanya jadi susah..apalagi disaat warga padang memang dalam kesusahan

    :kucing_shiver:

  6. Jadi relawan kita rif?

  7. Senang dengar ada blogger yang selamat.. Syukurlah.

  8. syukurlah, kawan.
    tetap semangat ya!

  9. hahahah masih ado rif wkwkwkwkw

  10. syukurlah kalau selamat. Saya turut berduka juga sama para korban semoga diberi ketabahan.

    —-

    btw, linknya sudah saya pasang ya. mohon dicek. trims atas koreksinya. salam :)

  11. Musibah ini begitu mengejutkan dan meninggalkan duka yang dalam.
    Banyak korban yang berjatuhan, namun begitu syukurlah engkau selamat ya Rif.

    salam, Eka

  12. untung kamu ndak apa2 ya de’ :kucing_capek:
    semua orang menghkawatirkanmu tau..hehehehe…

    dan turut berduka atas kejadian gempa di sana…semoga orang2 yg terkena musibah dapat kuat menerima cobaan itu dan bangkit kembali…

    semangat!!! :)

  13. Pada saat gempa kebetulan saya sedang di andalas. semua kisah pilu itu saya rasakan juga. dan traumanya sampai saat inipun berasa. Mari ringankan beban mereka semampunya.
    Salam pakde

Trackbacks/Pingbacks

  1. kopdar bonus « surauinyiak - [...] sampai di kota ini, aku coba kontak Imoe dan Arif. Ternyata, cukup sulit untuk bertemu pada situasi seperti ini. ...

Leave a Reply