ujian: survive diperlukan

dah lama ga update, akhirnya senangnya hatiku melihat jari2ku nempel ke keyboard…

ujian, itulah sebabnya mengapa blog ini terbengkalai kurang lebih seminggu. selama ujian, aku lihat ada beberapa pelajaran penting tentang kehidupan yang bisa kita ambil, salah satunya: kemampuan bertahan hidup yang kalo ga salah bahasa padangnya: survive

ga bisa dipungkiri, ga mungkin kita bisa menghafal semua mata pelajaran, semua isi buku, dan semua materi yang diajarkan guru dalam waktu singkat, apalagi selama ini kita hanya main-main aja, kaya’ aku…

nah, selain belajar sebisa mungkin, kita juga membutuhkan kemampuan bertahan  yang cukup baik, karena kalo enggak, sukurin deh…

kalo ada yang baca tulisan ini, pasti udah mikir, “bertahan di ujian? survive di ujian? ini pasti nyontek deh! kan ga baek…” nah, kalo ada yang bilang ato mikir kaya’ gitu, maaf bung, saya nyatakan anda salah… tapi salah atau benarnya menurut anda, saya balikin lagi kepada saudara2 sekalian, toh semuanya boleh berpendapat…

bagi aku, nyontek itu halal, baik sang pengawas tau ataupun tidak… yang jelas survive!!!

ada lagi yang bilang: “tapi ilmu itu kan penting buat di masa depan nanti… buat kerja… ntar isi kepala kamu kosong lho!” nah, saya nyatakan anda salah lagi: ga semua ilmu tersebut bakal terpakai besoknya…

ingat-ingat survive, aku jadi ingat ada kata-kata motivasi yang kudengar dari orang bijak:

hidup ini tak lebih dari arena survival yang sangat luas, yang bertahan akan menjulang setinggi-tingginya, dan yang terinjak akan tertinggal jauh, sangat jauh, sampai dia hanya terlihat sebagai suatu titik kecil

–arif rahman–

15-08-93 –>  ?

jadi, nyontek pun tak apalah… lagian tak mungkin ada guru yang bersih dari perilaku survive ini sewaktu mereka remaja…. kalo ada satu sekolah yang menyatakan bahwa 100% guru2 mereka tak pernah survive sewaktu SMA dan itu benar, kutelan upilku!

tak usah anggap survive ini sebagai dosa, anggap saja sebagai gejala pubertas remaja, ini lebih baik daripada para remaja terinfeksi efek samping dari pubertas, malah kenapa-napa nantinya, lebih baik survive, jadi para murid dapat melihat gambaran dari betapa kerasnya hidup diluar sana, dimana kemampuan bertahan tingkat tinggi dibutuhkan dengan sangat absolut.

kalau ada sekolah yang secara ekstrim melarang murid2nya untuk survive, maka sekolah itu telah resmi menutup-nutupi sisi lain kehidupa luar yang sekarang sudah keras. karena sistim diluar sedikit, atau mungkin sangat banyak berbeda dengan kehidupan di lembaga akademis yang terhormat ini.

diluar sana kita tak akan menghadapi suasana sederhana, bukan hanya kita menghafal, mendengar, dan mengisi, tapi juga kita harus belajar sedikit memberi bantuan dan diberi bantuan.

atau kalau kamu seorang religist? “nyontek itu kan dosa?”

kalo terdesak bagaimana? bagaimana kalau kita yang bego-bego ini tinggal kelas kalo ga survive? lalu stress, nge-drugs dan bunuh diri? bukankah dosanya berkali-kali lipat??? terlalu rumit dan mengada-ada? singkat aja, bacakan aku ayat al-qur’an yang melarang survive!! aku bakal istighfar 100 kali…

singkatnya, jangan menganggap survive itu sebuah perbuatan menjijikkan, hina, dan juga jangan menganggap para pelakunya sebagai orang bodoh, karena bagaimanapun juga, survive itu adalah sebuah skill yang sangat berguna! jauh lebih berguna dibandingkan pelajaran teori yang diberikan oleh pemateri secara monoton, kecuali kamu memilih kerja sebagai guru mata pelajaran tersebut….

sekali lagi maaf postingannya kepanjangan.. maklumlah, kita para anak SMA terkadang merasa kesal terhadap guru yang memandang jijik kalau melihat survival kami…

HIDUP PELAJAR! HIDUP SURVIVE!

2 Comments

  1. Tumben nulis yang bermakna dalam gini bos…frustasi dengan system pendidikan ya…baguslah, berarti anda adalah satu diantara sekian juta anak muda yang kritis…

  2. @imoe: ya.. gitulah… sistim pendidikan sekarang memang blom pantas kita banggakan.. terlalu monoton soalnya… hanya melihat dan mengajarkan materi dari satu sisi saja…

Trackbacks/Pingbacks

  1. bagusnya posting apa yah?? - a piece of heaven in blog form… - [...] postinganku ada 13!!! tidaaaakkk….. ini bakal membawa kesialan nantinya… ingin rasanya ku delete postingan sebelumnya mengenai survive, tapi sedetik ...

Leave a Reply