Ternyata Beliau senang mengutak-atik
Aku baru tahu, bahwa ternyata Tuhan senang dalam melencengkan sesuatu, hingga sesuatu itu berkesan berantakan. Berantakanadlah keadaan dimana sesuatu itu tidak diletakkan pada tempatnya. Bagiku berantakan bukan hanya itu, namun suatu hal yang sebab akibatnya yang tak benar juga akan kuanggap berantakan. Seperti jika kita berada dalam rumah yang kebakaran, namun kita tetap tidak hangus hingga api padam, maka itu juga kusebut sebagai â€takdir yang berantakanâ€.
Namun sekali lagi, aku baru tahu, Tuhan ternyata senang memberantakkan takdir yang dibuatnya. Ini kudapat dari kebiasaan burukku akhir-akhir ini.
Aku dulu pernah membawa motor dengan kecepatan konstan yang menyedihkan – 20 Km/jam. Ini tak lepas dari nasihat dari orang tuaku: “hati-hatilah kau dijalan nak, jangan membawa motor lebih kencang dari yang bisa kau kendalikanâ€. Nah, karena alasan itu aku tak begitu sering dalam kebut-kebutan ketika di jalan. Namun selambat-lambatnya motor kujalankan, aku masih sempat terperosok dalam kondisi-nyaris-kecelakaan. Ah.. kenapa ini?
Dengan alasan penghematan, aku berhasil membujuk seorang teman untuk mengantarkan aku pulang dengan motornya untuk beberapa minggu ini. Dengan beberapa rayuan maut, aku pulang dengannya pada hari pertama. Namun 1 meter pertama dia menjalankan motornya, aku seakan ingin mencabut kembali rayuan tadi, ingin sekali rasanya akumencabik-cabik persetujuan yang tadi sudah disepakati. Dia menarik gas sehabis-habisnya!! Aku terloncat. Ingin sekali aku menggantikan dia dalam membawa motor, namun ada rasa segan, namun aku takut. Aarrgghh!!!
Anehnya, tak satupun dia menempatkan diri pada situasi nyaris kecelakaan. Ini ajaib! Aku yakin, ini bukan karena kehebatannya dalam berkendara. Seakan masalah lah yang takut untuk menghampirinya, dia melajukan kendaraan dengan ugal-ugalan, namun tak satupun ada celah untuk terjadi kecelakaan, aku sempat percaya bahwa dia adalah keturunan dukun. Namun setelah direnungkan(sangat susah merenung diatas motor yang ugal-ugalan) aku tahu, Tuhan sedang ingin bermain-main dengan takdir yang dia ciptakan. Ini tak jauh beda dengan ketika beliau mendinginkan api yang membakar api yang menjilati tubuh nabi Ibrahim. Ya, itu tak jauh beda dengan dua orang yang sampai tujuan dengan selamat walaupun menaiki motor 80 Km/jam di jalanan padat.
Aku masih merenungkannya hingga rumah. Hingga aku mengkategorikan 2 macam sifat dalam hal ini. Yang pertama adalah orang yang rugi. Yaitu orang yang penuh kehati-hatian, beraktivitas dengan kewaspadaan tinggi, namun kesalahan dan kecelakaan tetap membayanginya. Lalu orang yang sangat-super-betul-betul beruntung, orang yang ceroboh namun bahkan sang masalah pun tak mau berurusan dengannya.
Terkadang aku heran, Tuhan ternyata senang mengutak-atik takdirnya hingga menjadi acak-acakan pada beberapa manusia. Namun, mengapa takdir yang kacau itu mampir padaku?
Kalau ada pertanyaan: “mengapa ada gambar aurora di postingan ini?
Jawab: iseng saja.
17 Comments


aku dikategorikan yg mana ya?
super hati-hati juga enggak..
masalah takut menghampiri juga enggak.
abu-abu dong aku jadinya?
beuhh
hahaha
takdir..takdir..
*gimana nasibku ulangan besok rif? kalau remedi. kamu yg musti bertanggung jawab
wkwkwk
kenapa? kamu pasti tau alasannya..
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
saya rasa bukan mengacak-acak. Keknya pemilihan katanya kurang tepat. Gimana kalau dianggap sebagai seni mempercantik alur cerita. Karena kalau semua musti terjadi sesuai dengan pakem, ibarat sebuah film, tentu akan terasa hambar ceritanya.
*hanya pendapat pribadi.
sebenarnya tuhan itu bukan mengacak-ngacak takdir kita nak! sebenarnya dia cuma ingin memperlihatkan kekuasaannya dan Dia juga ingin mengingatkan kita agar lebih berhati-hati lagi.
misalnya saja ketika kamu nyaris saja kecelakaan, mungkin saja ketika kamu mengendarai motor tersebut tidak berkonsentrasi makanya kamu nyaris saja kecelakaan. agar pikiran kamu kembali ke jalanan yang sedang kamu lalui.
Soal teman kamu itu.. mungkin belum saatnya tuhan memberikan Dia peringatan.
“Dan ingatlah kamu nak! Tuhan akan terus menguji kesabaran umatNya yang beriman!”
NB: ceritanya aku lagi sok tua!
ada kesalahpahaman terbesar dalam postingan anda..
masalah bukannya tidak mau berurusan dengan makhluk itu,
tapi, ………
bersambung…
bhkan SANG MASALAH pun enggan berurusan dengan dy yg nma’a taq bleh dsbutkan.. wkwkwkw
)
(damai,,just kidding
mau ngomen apa ya.
aku nggak hati2 amat, malah lebih dikategorikan ceroboh tapi kesialan selalu menimpaku…
mungkin aku juga sama ama Tywi abu2, diantara putih dan hitam, diantara terang dan gelap diantara wc dengan ruangan makan (loh!!!)
selamat datang didunia abu2
Nb: iseng banget masang fotonya. nggak ada hubungannya tuh
aku pernah diberitahu pemuka agamaku
pikirkan Tuhan itu melebihi manusia
tapi dia juga punya sifat manusia.
Jadi kadang Tuhan bisa “bercanda”, bisa “nakal”,
bisa “bawel”, bisa “segala sifat manusia”. Jadi aku
tidak mempermasalahkan kata-kata “Tuhan mengutakutik”.
Tapi, selain sifat itu, DIA juga Maha Pelindung, Maha Penyabar, yang memang tidak bisa kita bayangkan.
EM
^^^^^
Saya tidak mau mengomentari INTI atau PESAN dari tulisan kamu rif. Saya terlalu senang membaca apapun analogi kamu tentang hidup, simple banget, namun dalam dan tajam.
KAmu menuliskannya luar biasa indah. Hanya beberapa alinea saja, tapi mewakili kedalaman pikiran kita sebagai manusia.
Yang satu ini tulisan kamu AMAZING…….
SAYA SUKA SEKALI……
seseorang tidak bsa menentukan takdirnya sendiri….
takdir itu bukan hanya berantakan yang kamu ceritakan itu
tapi ada yang beraturan
seperti matahari yng slalu terbit dilangittimur seperti blog mu itu.
dan terbenam di langitbarat
jangn lupa lihat blog saya http://ujungdaun.tintamaya.com/
Tuhan Itu Maha Kuasa, Maha Perkasa, tetapi juga Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang.
Jika sahabat merasa diacak-acak oleh-Nya mungkin sebagai:
-Ujian
-Cobaan
-Hukuman
Nah kira-kira mana yang cocok untuk anda ? Jika pilih no.1 dan 2 maka hasilnya adalah kenaikan tingkat.
Jika nomer 3 yg terpilih maka biar anda menjadi jera lalu menjadi baik.
SZalam hangat dari Surabaya
menurut saya itu adalah sebuah sistem dari keteraturan yang diciptakan-Nya. Kita merasakan jadinya hidup ini sempurna karena ada benar dan ada keliru.
Trims.
Menarik Mas.
Salam hangat selalu
tuhan itu baik, Dia menciptakan semua itu supaya ada warna dalam kehidupan, dan yakinlah Dia tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kita.
berhati-hati itu perlu kok rif…tapi kalau 20 km/jam kayaknya bukan hati-hati tapi takut.
orang yg takut dan hati2 itu beda loh makanya sedapat mungkin kita hati-hati dalam kondisi ngebut
Berhati hati , bukan berarti serba lambat.
Walaupun 80 km / jam tapi selalu waspada, bisa berarti itu berhati hati.
Salam kenal langittimur…
God has our blue print
bukan ngutak atik ah tapi sudah diatur sedemikian rupa.
Hati2 itu penting krn tandanya kita waspada tp ya jgn kelewat ati2 siy
ntar gak maju2