ketika hujan tak jadi kuundang

hari itu adalah suatu hari yang aneh ditengah musim hujan. hari ini seakan bermusuhan dengan deretan-deretan hari yang lain di musim ini. hari ini begitu panas, lain dengan hari-hari sebelumnya. sangat menyiksa tenggorokan…
hari yang panas pun mengundang semilir angin sepoi-sepoi, membuatku malas untuk mengambil air dingin di kulkas, sangat ingin, tapi malas! ingin kuundang temanku beberapa hari belakangan: hujan.
segera ku berkomunikasi satu arah dengan penguasa di atas sana, minta air yang banyak itu jatuh begitu saja.
beberapa kejap kemudian, aku dikejutkan suara tukang es yang berjalan dengan gerobaknya di depan rumah. sadar… ternyata aku salah dalam meminta hujan ini. aku takut dengan doaku ini, terlepas dari akan dikabulkan atau tidak, mungkin akan membunuh kebahagiaan pengharapan orang banyak diluar sana, kebahagiaan tukang es yang mendapati hari yang cerah setelah berminggu-minggu hujan, ibu-ibu rumah tangga yang kali ini merasakan jemurannya benar-benar kering, para petani yang padinya ada di tempat penjemuran padi, bahkan tetangga2 yang tak bisa pergi ke mesjid karena hujan.
tapi rasa malas ini begitu menggebu-gebu, betapa berdarah-darah aku menahannya, lagipula aku punya makhluk lain yang akan membelaku, bunga di halaman kelihatnnya haus, dia pasti akan setuju hujan datang, pikirku.

ternyata salah…. dia sudah telalu basah oleh air, dia juga ingin bermandikan panas sekarang….
yah, tinggallah aku sendiri, tanpa pembela, kecuali perasaan malas ini.
akhirnya kuangkat tubuh ini, kubuka pitu kulkas kuteguk banyak-banyak air dingin hingga tenggorokan ini tak terusik lagi. bukannya aku berusaha rajin,
aku hanya tak mau kemalasan ini membantai kegirangan orang lain.
8 Comments

Tulisan yang jujur. Aku suka. Terus menulis. terus membaca. Awas tanda baca. Arif cuma tinggal memoles untuk lebih sastrawi. Ia ditulis dengan jiwa. Pendekatan estetika. Ayo menulis lagi.
terkadang kita sebagai manusia menginginkan sesuatu terjadi disaat kita sedang merasa malas menghadapi problema kehidupan yang terjadi..
misalnya kita menginginkan sebuah hujan di kala musim sedang panas2nya..ataupun sebaliknya kita meminta panas disaat hujan datang bertubi2 membasahi bumi ini.
tapi apalah daya kita sebagai manusia cuma bisa mengomel tentang apa yang terjadi pada kehidupan ini. dan meminta sesuatu yang lebih baik dari yang Dia berikan kepada kita..
ingat!! sesuatu terjadi pasti ada maksud yang baik untuk kita! OK ^_^
Bagus…nah ini dia yang saya suka dari Arif….SIMPLE…nah tuh, kena tegus sama SUHU tulis menulis soal tanda baca kan….ayo perbaiki, jangan kebiasaan jelek di pelihara…wkwkwkwkw
@abdullah khusairi: oke om.. aku emang sering baca akhir-akhir ini…. aku bakal terus belajar ^_^
@gadis malang: yap, memang begitu adanya… kita cuma bisa berharap…
@imoe: haha… bukan kebiasaan jelek bang, cuma “kecolongan” .. hihihi
Janganlah kita berburuk sangka akan kuasa Tuhan, karena terkadang, sesuatu yang menurut kita baik bisa jadi buruk menurut Tuhan, dan sebaliknya, sesuatu yang buruk menurut kita, bisa jadi baik menurut Tuhan…
So, lawanlah kemalasan, reguklah samudra pengetahuan seluas-luasnya dari alam yang terbentang ini…
Tulisannya mantap Rif…
Hujan itu rahmat, berkah, rizky dan itu sudah diatur sama yang di atas..
Apa salah kita mengharapkan itu…
@vizon: oke da vizon… makasih…
@AtA chan: masalahnya, rezky bagi kita belon tentu rezky bagi orang lain juga bang… ^_^
terkadang kita musti mengalah pada keadaan..