Ingin berbalik kembali
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Aku akan perbaiki masa taman kanak-kanakku yang tak pernah kuselesaikan, akan kupukuli semua anak nakal yang menggangguku, akan kudapatkan nilai A+ di semua prakarya sekolahku.
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Akan kupelajari apa yang sampai sekarang tak pernah kutahu. Akan kucari apa yang belum pernah kudapat, akan kubayar semua hutang yang tak pernah terlunasi.
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Tak satupun puasa yang kutinggalkan, tak satupun shalat yang kulalaikan, akan kulunasi semua hutang, akan kumaafkan semua teman, dan maafpun akan kutagih dari sebagian mereka yang lain.
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Aku tak akan membawa motor hari itu, tak ka nada kecelakaan naas itu. Atau aku tak akan pergi kesekolah pada suatu 30 September . akan kupersiapkan semuanya!
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Hidupku akan sempurna! Kupastikan!
Namun,
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Aku akan menjalani hidup seenaknya, hidup akan kuanggap barang murahan, barang yang bisa kuulangi berapa kalipun aku mau, hidup tak akan kuhargai seperti dulu aku memujanya.
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Aku akan bosan, sungguh bosan, aku akan menelan kejadian yang sama berulang-ulang, aku akan melangkahi dimensi yang serupa berkali-kali. tak peduli apapun yang kulakukan di momen yang sama pada saat yang berbeda, aku akan muak!
Akhirnya aku mengerti, mengapa Tuhan tak memberi kita tombol rewind. Mengulangi waktu yang telah  mengalir sama saja dengan menyambungkan kembali buah yang telah jatuh, mungkin kau berhasil menyambungnya kembali ke dahan, namun ia tak akan bertambah matang.
Hidup yang sempurna memang hidup yang megalir bagai gerimis, dia mungkin jatuh meratapi bumi, namun tak pernah lagi ia merintiki langit.
Andai hidup memiliki tombol rewind.
Akan kusimpan saja di botol kaca. Menjadi penghias kamar
***
Sumpah, aku lagi sinting ketika menulis tulisan ini… Mana ada yang lebih sinting dibandingkan orang yang berandai-andai dirinya adalah DVD-Player??
20 Comments


Andai semuanya bisa di rewind, tak ada manusia yang mengaku puas dalam menghela nafas
selamat malam & selamat beristirahat
-salam hangat-
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Saya juga sering kali membayangkan seumpai hidup bisa di rewind
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
Atau ada fasilitas undonya. Salah tinggal diundo
Sebenarnya berangan-angan tentang hal ini tidak diperbolehkan. Just do what you can do today, yesterday was history and tomorrow is a mystery.
Nak…!
andai hidup memiliki tombol rewind! kita tak akan bisa menikmati alur hidup itu sendiri!
Dan kita juga tidak bisa merasai bagaimana senang susahnya hidup! sebab dengan tombol rewind kita bisa mengubah semua alur hidup kita seperti apa yang kita inginkan! dan dengan begitu kita akan menjadi manusia yang egois!
Ingat itu nak!
Andai hidup memiliki tombol rewind,,
cara kita sama kayak DVD player dong?
ckckck
gamau disamain ama benda mati ahh
Jadi makhluk hidup yang mensyukuri hidup saja. dan tidak menjadi orang yang merugi atas semua detik,menit yang terlalui..
berangan2lah selagi masih bisa, hehehe
berandai andai boleh, asalkan bisa memberikan motivasi dan semangat yang lebih baik…
Sayang hidup kita tak punya tombol rewind, sehingga yang harus kita lakukan hanyalah memperbaiki untuk persiapan masa datang. Sayang sekali, bahwa tombol rewind tidak dipersiapkan untuk manusia, karena manusia itu cenderung SERAKAH dan SEENAKNYA…bayangkan jika tombol rewind itu ada, maka dunia tidak akan tentram….
klo Arief adlh DVD Player, bundo boleh numpang nonton film, asyiiik!
Hmm… Rief, kalau saya malah berandai-andai jika hidup ini ada tombol “Fast Forward (FFWD)”. Jadi kegiatan menjemukan namun tetap harus dijalani bisa saya skip dan hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang saya senangi.
Atau sekalian hidup ada tombol “Pause”. Jadi saat sedang dianugerahi kenikmatan, kesenangan dan hal-hal baik lainnya, tinggal pencet Pause dan kamu akan menikmatinya lebih lama.
Halah…jadi ketularan Arief berandai-andai
kalaupun ada tombol rewind…mau ditarok dimana tuh tombol????
dijidat?
hahahhaha~~~~
KEREN BRO~
Kalau saja bisa terulang lagi.
aku ingin meluruskan semua kesalahpahaman itu
dan berusaha untuk tidak mengenalnya.
haha… lagi payah.
Kalau ada tombol rewind, kita nggak akan belajar dari pengalaman, ya, Rif…
Thanks God we don’t have it
“orang yang berandai-andai dirinya adalah DVD-Player”
hehehe.. bagus!
enak donk kalo ada tombol rewind untuk kembali ke masa lalu… tombol stop untuk menghentikan waktu… dan tombol fast foward untuk melihat masa depan… jadi inget hiro nakamura di serial heroes…
berhentilah berangan2
sekarang yang kita hadapi adalah kehidupan nyata
saatnya bangkit
tampa bergantung pada harapan
hanya mengandalkan angka dan fakta!!!
hahaha…. if we can turn back the time yaaa… ^^
Menurut yang saya tahu, andaikan itu perbuatan dan angan2 belaka. jadi sudah berlalu dan sudah berakhir. Mau bagaimana lagi. tetap menatap ke depan dan perbaiki apa yang bisa diperbaiki.
keren rif!!
jika ada tombol rewind aku ingin belajar lebih serius lagi..