hari itu tak sakral lagi

cobalah kawan lihat ke kalender siang itu, pastikan hari itu tanggal 17 agustus, dan lihatlah ke sekeliling… kawan akan melihat berpuluh-puluh tiang bendera merah putih lengkap dengan benderanya berkibar gagah…
tapi cobalah kawan untuk tidak mengamati situasi dari penampilan yang ada, tisiklah keadaan dari atmosfer yang terasa, bukankah semakin lama peringatan hari kemerdekaan ini terasa semakin suram? bukan hanya kamu, aku juga merasakan itu…
tak ada lagi upacara2 yang banyak digelar seperti dulu lagi. lusinan keluarga di suatu kelurahan malah pergi berlibur ke tempat2 rekreasi…
apakah ini suatu pengkhianatan bagi negara? mungkin bisa saja disebut begitu, atau mungkin kita hanya malas karena untuk menaikkan bendera merah putih, kita tak perlu lagi mencurahkan darah sekarang.
apakah ini dampak atas kemajuan teknologi? mungkin juga begitu, masyarakat lebih suka menonton upacara dari pesawat televisi mereka masing-masing daripada melaksanakan upacara dengan warga2 lainnya..
jadi, kufur nikmat kah kita? tidak menghargai kemerdekaan karena tak perlu pertumpahan darah untuk menggapainya? atau ini hanyalah ego? sungguh tak jelas…
tapi yang pasti, pemikiranku ternyata benar, dimana suatu kemerdekaan tidak disakralkan lagi, itulah titik balik dari kemerdekaan itu sendiri…
16 Comments

Kemerdekaan adalah pembebasan, termasuk membebaskan cara pandang dan cara fikir kita terhadap sesuatu. MERDEKA HAPUS KETERKUNGKUNGAN….
Btw, pitih 200 ribu nyo traktir makan bakso ciek a…. hehehehe
@imoe: hehehe…. minta samo irfan…. punyo arif ka ditabuang…. hehehe… tapi kalo sekedar bakso, aman tu!!!!
eee
razaq jan di lupoan yo
@ziq zaq: hahaha… siapa suruh sakit…. udah makin kurus, rejeki juga ga dapat… kasihan bgt…. tenang zaq, minta aja jatah ama irfan… dia juga dapat kok….
Setiap manusia punya pandangan sendiri-diri, berrekreasi belum tentu mencerminkan kufur terhadap kemerdekaan
salam kenal…
mohon maaf kalo ada salah salah coment…semoga dengan permintaan maaf ini allah swt menyempurnakan puasa kita, membersihan hati kita dan membuat hidup kita jauh lebih baik dengan ketenangan jiwa dan keikhlasan hati agar allah swt menjadikan kita penghuni surganya…ammiieen! thanks
merdeka bung!!!
mungkin karena pejabat di negeri ini sudah hilang nasionalismenya. jadi menular ke rakyat kecil
memang benar kesakralan itu terasa sudah meluntur. Mungkin karena sudah terlalu tua (64 tahun) sehingga semua malas untuk berpikir lagi, bertindak apalagi beranjak untuk lebih aktif bersama-sama memperingati kemerdekaan yang begitu sulit didapat.
Mungkin lebih baik dimulai pada komunitas kecil sesuatu yang lebih berarti untuk membangun negara kita, yang dikaitkan dengan acara kemerdekaan. Tapi perlu konsisten. Orang Jepang amat suka membuat kegiatan pada event2 tertentu, tapi mereka tetap konsisten terus melakukannya.
EM
@angga chen: saya juga minta maaf bang, atas semua kesalahan saya, mungkin dalam menulis, dalam ngasi komen, dan lain-lain… selamat berpuasa…
@opung chikal: merdeka juga pak!!!
@celoteh: atau juga karena rakyat kecilnya yang ga mau peduli, atau dari kedua pihak memang ga peduli, marilah kita sama-sama introspeksi diri…
@ikkyu_san a.k.a. imelda: bagaimanapun, jepang patut dicontoh hampir di segala bidang, mereka lebih maju daripada kita, lebih merdeka pula, tapi tetap terikat pada hari sakral mereka, sedangkan kita? mari renungkan sejenak…
minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin … selamat menjalankan ibadah puasa
HAhaha udah berteman ama mbak imel di jepang ya..bagus tuh, beliau bloger bagus, tulisan tulisannya inspiratif
@digituck: sama2 bang, salam kenal -aurora-
@imoe: yaiyalah bang im!!!bukankah itu fungsi sebuah blog???
@daniel: maaf kelupaan bang, habis komentarnya dianggap spam sama akismet, hehehe…. gini bang, cara pandang yang dapat dilihat sekarang, begitu mencerminkan sisi kenegatifan sebuah pola pikir, dan celakanya, cara pandang ini menyebar secara global, sungguh gawat!!
MERDEKA
salam kenal. semoga arti kemerdekaan tak sekedar di mulut saja tetapi tindakan yang bijak yang harus kita lakukan.