<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eastern Sky Area &#187; Asal tulis</title>
	<atom:link href="http://www.langittimur.com/category/asal-tulis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.langittimur.com</link>
	<description>Mencoba Menerka, Ke Langit Yang Mana Angin Akan Bermuara</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Apr 2010 21:27:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Cerpen: Segenggam rindu di gerbong terakhir</title>
		<link>http://www.langittimur.com/cerpen-segenggam-rindu-di-gerbong-terakhir.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/cerpen-segenggam-rindu-di-gerbong-terakhir.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 00:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Besi besar ini baru bergerak sejengkal, namun pikiranku sudah melalang ribuan kilo. Aku baru saja menduduki kursi diÂ  kompartemen berdebu ini, diatas kereta tua yang akan membawaku entah ke bumi yang mana. Lagipula mana aku peduli? Aku hanya ingin pulang. Aku tak bisa lagi menahan denyut-denyut kerinduan ini, yang semakin berdenyut, terasa semakin perih. AkuÂ  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_524" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/04/train.jpg"><img class="size-full wp-image-524" title="train" src="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/04/train.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">on the last wagon....</p></div>
<p>Besi besar ini baru bergerak sejengkal, namun pikiranku sudah melalang ribuan kilo. Aku baru saja menduduki kursi diÂ  kompartemen berdebu ini, diatas kereta tua yang akan membawaku entah ke bumi yang mana. Lagipula mana aku peduli? Aku hanya ingin pulang.</p>
<p>Aku tak bisa lagi menahan denyut-denyut kerinduan ini, yang semakin berdenyut, terasa semakin perih. AkuÂ  rindu pada tempatÂ  yang bahkan tak lagi bisa kugambarkan di kepala ini. Kerinduan pada tempat yang sangat jauh adalah hal yang biasa. Namun berpulang kesana dengan tangan hampa adalah hal konyol.</p>
<p><span id="more-525"></span>Cakrawala mulai menjingga, seakan acuh pada apapun yang sedang kuolah di kepala ini. Aku akan meninggalkan tempat hidupku demi suatu kenangan yang tergantung di ujung sana, tempat masa kecil kuhabiskan, tempat yang sangat jauh, seakan-akan dia dinaungi oleh langit yang berbeda, tempat dimana atap-atap rumah sanggup menikam langit, dimana orang mengeruk tanah di betis gunung: Minangkabau.</p>
<p>Seketika aku merasa bodoh, ingin segera kutarik kembali gerbong-gerbong ini ke peron tempat mereka berasal, andai aku bisa. Biar terlambat, namun tetap kucoba untuk berpikir lebih matang. Aku bukanlah orang gagal. Mengapa aku harus kembali ke tanah kelahiranku sebagai perantau yang terpecundangi? Namun kucoba untuk menekur sekali detik lagi. â€œAku sangat rindu tempat ituâ€. Aku rindu dengan segala hal yang terjadi disana, aku rindu dengan segala yang dibisikkan angin disana. Aku rindu Bukittinggi.</p>
<p>Roda kereta mulai berdecit, dan aku yakin, demi inggris raya dan semua orang yang memijakinya, stasiun berikutnya masih 2 jam perjalanan lagi. Sekarang giliranku untuk tidak peduli, lagipula ini akan memberiku waktu tambahan walaupun untuk sekedar menghayal dan mengail-ngail kenangan akan tempat yang kutuju sekarang. Â Aku masih ingat ketika ibuku mengatakan bahwa adalah suatu hal konyol jika merantau ke Eropa, â€œ<em>Waâ€™ang</em> jangan coba-coba untuk bertindak melenceng dari kebiasaan. Merantau jangan jauh-jauh!Â  Tiru saja <em>Uda</em>-mu yang merantau ke Malaysia hidupnya makmur dan bisa pulang teratur!!Â  â€œ. Namun aku tau kalau ibuku adalah orang yang mempunyai ilmu agama yang kuat, kurasa aku bisa membujuknya. â€œTapi bu, nabi Muhammad saja menyuruh kita menuntut ilmu sampai ke negeri china. Jika di negeri china saja dianjurkan oleh rasul kita, apalagi ke inggris raya??â€. Tak ada yang tahu, malam itu juga ibuku membuka atlas dan membuka peta eropaâ€¦</p>
<p>Aku coba kembali mengapung ke alam sadar, kulihat seseorang di seberang kursiku, seseorang dengan kumis yang tebal. Tampangnya mencurigakan. Sekelabat kulihat ada sesuatu yang mengkilat di tali pinggangnya. Ingin aku menyapa, tapi sekarang bukan saatnya untuk bersikap sebagai teman. Aku lebih suka tenggelam kembali ke lamunanku. Aku memang orang yang acuh.</p>
<p>Aku juga ingat ketika kepingan angan untuk pergi ke eropa seakan gugur pelahan, saat aku mendengar kalau sawah keluargaku gagal panen karena hujan yang terus-menerus. Ingin rasanya kuhirup semua awan mendung yang mendatangi bukittinggi, ingin ku berteriak â€œjangan kau tetesi satupun airmu di tanah leluhurku! Tidak sekarang!!â€. Namun seminggu kemudian aku bersumpah tidak akan lagi mengutuk langit, ketika brosur beasiswa ke eropa berada 3 inchi didepan hidungku, tepat 3 bulan sebelum pertama kali aku menginjak ubin universitas di inggris raya.</p>
<p>***</p>
<p>Aku tersentak! Serentak dengan kereta ini, kereta yang mulai kembali berjalanâ€¦. Namun diluar kulihat siluet manusia-manusia yang sedang menaiki kereta. Belum sedetik aku berusaha untuk berpikir, sebilah pisau sudah berada di leherku. â€œkumpulkan semua barang berharga kalian!!â€ aku mengernyit. Banyak orang asing yang tiba-tiba memenuhi gerbong ini, orang-orang dengan suara berat dan menjijikkan, pembajak kereta!</p>
<p>Tiba-tiba orang yang diseberangku tadi berdiri, mengacungkan benda mengkilap yang tadi ada di tali pinggangnya, tampak jelas bahwa itu adalah pistol revolver klasik. Dia lalu menembak orang yang menodongku dengan pisau, dan mengenai tepat di tangannya. Aku tak tersentak, aku merasakan sesuatu, sesuatu yang tak bisa kukatakan seperti apa rasa atau kelihatannya, namun apapun itu, paastinya bukan perihal yang baik.</p>
<p>Tubuhku belum ada yang terluka, namun pandanganku sudah seperti orang yang koma. Apa yang terjadi, hanya bisa kulihat dalam gerakan lamban yang samar. Penodong yang kalap lalu mengayunkan pisaunya, dari leher dan menusukkannya tepat di dadaku, dada yang sesak menyimpan rindu pada suatu tempat di kaki gunung, suatu tempat di naungan langit berawan, suatu tempat yang mungkin sampai akhir hidupku hanya akan menjadi kenangan, juga impian.</p>
<p>Penumpang yang lain mulai berteriak. Cerobong lokomotif juga sudah melengking. Darahku bercucuran, terpompa oleh jantungku yang semakin lama semakin tak bisa kudengarkan detaknya. Biarlah nanti aku melihat tempat itu dari atas sanaâ€¦</p>
<p>Uap lokomotif masih melengking. Dan aku bersumpah, entah di lengkingan yang mana, kulihat bukittinggi di cakrawala.</p>
<blockquote><p>Padang, 12 Mei 2010</p>
<p>Arif -aurora- rahman</p>
<p>aurora@langittimur.com</p>
<p>http://www.langittimur.com</p></blockquote>
<p>Akhirnya sebuah cerpen lagi terlahir. Biar agak ragu, namun toh aku post juga&#8230; Mohon maaf jika ada yang kurang dari cerpen ini, karena ada beberapa masalah(yang dikambinghitamkan.. hehe):</p>
<p>1. Kurang cukup inspirasi.</p>
<p>2. Menulisnya agak tergesa-gesa.</p>
<p>3. Ditulis disela-sela membaca buku fisika(jarang kukerjakan yang beginian).</p>
<p>4. Mungkin tak ada hubungannya, namun buku fisika nya aku kepit di ketiak(banyangkan keadaannya&#8230;)</p>
<p>Mungkin cukup segitu dulu&#8230;. semua kritik dan saran dibuka di kotak komentar. Satu lagi, pesan moral dari cerpen diatas:</p>
<blockquote><p>Para perantau, segeralah pulang.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/cerpen-segenggam-rindu-di-gerbong-terakhir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahkan akupun heran</title>
		<link>http://www.langittimur.com/bahkan-akupun-heran.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/bahkan-akupun-heran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 15:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang merinding mendengar beberapa bait kata yang beliau lontarkan, atmosfer kelas seakan berbalik, dari cerah menawan menjadi gelap mengancam. Semua kegirangan karena berita liburan, seakan terbungkam hanya dengan satu kali perkataan â€œkita libur karena kakak kelas kita melaksanakan UNâ€. Sebuah kalimat yang menakutkan, walaupun kami masih mempunyai waktu satu tahun lagi untuk menghadapinya, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_514" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/03/jurnal.jpg"><img class="size-medium wp-image-514" title="jurnal" src="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/03/jurnal-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">menunggu untuk datang ke tempat ini... kembali.</p></div>
<p>Semua orang merinding mendengar beberapa bait kata yang beliau lontarkan, atmosfer kelas seakan berbalik, dari cerah menawan menjadi gelap mengancam. Semua kegirangan karena berita liburan, seakan terbungkam hanya dengan satu kali perkataan â€œkita libur karena kakak kelas kita melaksanakan UNâ€. Sebuah kalimat yang menakutkan, walaupun kami masih mempunyai waktu satu tahun lagi untuk menghadapinya, namun tetap saja, UN masih terdengar menakutkan bagi kami.</p>
<p><span id="more-513"></span></p>
<p>Namun tak ada rasanya yang lebih ketakutan jika dibandingkan dengan mimik wajah kakak kelasku di seluruh Indonesia. Sungguh, rasa takut mereka seakan menyebar, membuat beberapa kalangan menjadi ikut takut, yang mana seharusnya anteng-anteng saja. Namun yah, ini liburan, segigih apapun para guru meyakinkan kami bahwa ini hanyalah â€belajar di rumahâ€.</p>
<p>Akhirnya aku menjalani liburan dengan teman-teman. Menjalankannya dengan terlalu menyenangkan, hingga larut dalam liburan itu sendiri, mungkin itu jugalah penyebab aku dengan biadab tidak melirik blog tercinta ini, langit yang cerah, sang junjungan aurora, maafkan aku langittimur. Aku memang tipikal orang yang jika sudah terlarut dalam sesuatu, maka akan sulit mengendap kembali. Aku terlalu terbuai dalam liburan ini, hingga melupakan betapa cemasnya kakak kelas ketika menghadapi tantangan negara, aku juga sampai melupakan langittimur.</p>
<p>Aku sangat menikmati liburan ini, namun ternyata menikmati sesuatu itu juga ada batasnya, sekarang aku sudah jenuh, aku bagaikan air keruh bercampur ampas teh didasar gelas, yang dibuang sayang, diminum tak enak. Apapun yang ingin kulakukan, rasanya tidak mood. Sudah berkali-kali aku dicerca pertanyaan-pertanyaan dari teman dan pembaca, apa ada yang salah dengan langittimur yang sudah seperti langit mati. Karena itu aku mencoba menulis beberapa tulisan yang agak serius, namun hasilnya gugur. Tulisan yang kubuat adalah tulisan rendah yang seharusnya diremuk lalu dibuang ke perapian. Efek libur ternyata hampir sama dengan kejenuhanmu ketika sekolah.</p>
<p>Aku sendiri heran, aku kesal harus mengakui ini, namun harus: Aku rindu sekolah. Kembali hidup normal mungkin bisa membuat naluri menulisku kembali layak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/bahkan-akupun-heran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rintihan kala malam</title>
		<link>http://www.langittimur.com/rintihan-kala-malam.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/rintihan-kala-malam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 11:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Siapa itu yang merintih? Kuntilanak? Bukan! Anjing tetangga?? Bukan!! Nenek-nenek yang jari telunjuk kirinya sakit? Hampir tepat!! Namun Â dalam kasus ini, pemerannya adalah blogger 16 tahun. Ya, aku sedang sakit, memang bukan sakit yang parah bagi kebanyakan orang. Namun, siapa yang bisa memberikan tolak ukur apa yang disebut â€œparahâ€ itu?? Parahnya sebuah penyakit itu relatif! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_503" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/02/medicine.jpg"><img class="size-medium wp-image-503" title="medicine" src="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/02/medicine-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Obat. makanan akhir-akhir ini...</p></div>
<p>Siapa itu yang merintih? Kuntilanak? Bukan! Anjing tetangga?? Bukan!! Nenek-nenek yang jari telunjuk kirinya sakit? Hampir tepat!! Namun Â dalam kasus ini, pemerannya adalah blogger 16 tahun.</p>
<p><span id="more-500"></span></p>
<p>Ya, aku sedang sakit, memang bukan sakit yang parah bagi kebanyakan orang. Namun, siapa yang bisa memberikan tolak ukur apa yang disebut â€œparahâ€ itu?? Parahnya sebuah penyakit itu relatif! Tak bisa diukurâ€¦ mungkin bagi sebagian orang sakitku mungkin hanya penyakit kecil, namun ini cukup bagiku untuk mengganti dengkur kenikmatan dengan rintihan-rintihan pilu.</p>
<p>Oke, cukuplah basa-basinya. Aku akan memberitahukan penyakitku. Penyakit yang kuvonis sendiri dengan penelitian sendiri pula. Penyakitku adalah dua penyakit enteng yang bergabung menjadi penyakit yang bisa membuatku mangap-mangap. Dua penyakit itu adalah:</p>
<ol>
<li>kuku ku mengalami apa yang disebut kak      Nana sebagai <a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/2010/01/09/kedagingen/" target="_blank">kedagingen</a></li>
<li>FLU. Oleh-oleh dari angin muson barat      dari Australia      (ini penyakit impor)</li>
</ol>
<p>Hmmâ€¦. Sejauh ini mereka berkolaborasi dengan sangat bagus. Membuatku merintih sekaligus sesak napas. Salut buat tuhan!!</p>
<p>Mungkin efek sakitnya sudah mulai membuat muak. Namun ada beberapa efek yang membuat penyakit ini semakin biadab. Berhubung penyakit ini tak begitu dianggap serius, maka ini tak terlalu mencuri perhatian khusus bagi orang tua. Lihat tulisanku <a href="http://www.langittimur.com/ketika-blogger-sakit.html" target="_blank">yang ini</a> dan anda akan segera tahu kalau aku sangat ingin sakit sekaligus alasannya.</p>
<p>Satu efek lagi: aku tak bisa mengambil bonus bolos dari penyakit yang tanggung-tanggung iniâ€¦.</p>
<p>Namun tak apalah sakit sedikitâ€¦ kapan lagi kita bisa menghargai apa yang itu disebut â€œkesehatanâ€??</p>
<blockquote><p>Fiuuhâ€¦ maaf bagi para pembaca LT jika aku belum bisa membuat tulisan yang agak serius. Coba scroll ke atas, pasti akan ketemu alasannya: Aku sakit!. Pesan dari langittimur: sekarang musim pancaroba. Hujan dan panas kadang datang seenak udel mereka. Banyak penyakit enteng yang kadang lumayan menyebalkan akan menhampiri kita. Mulai dari yang elit seperti alergi serbuk bunga, hingga yang konvensional seperti kudis, kurap, dan kutu air. Jangan tunggu sakit untuk menghargai sang kesehatan!!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/rintihan-kala-malam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Lingkaran merah</title>
		<link>http://www.langittimur.com/lingkaran-merah.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/lingkaran-merah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 14:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[8 Juli 1986 Hujan masih senantiasa bergemuruh meratapi genting di langit-langit rumah. Kegelapan masih betah bertahan di ruangan ini, seakan ingin menemaniku yang duduk sendiri di ruang tamu. Sudah seminggu lamanya hari-hari ini berguguran, terbenam dalam langkah-langkahku, sudah seminggu berlalu setelah kepergianmu. *** Aku masih ingat hari-hari itu, dimana kita bersama membunuh waktu. Aku juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_454" class="wp-caption aligncenter" style="width: 399px"><a href="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/01/mawar-putih.jpg"><img class="size-full wp-image-454" title="mawar putih" src="http://www.langittimur.com/wp-content/uploads/2010/01/mawar-putih.jpg" alt="" width="389" height="583" /></a><p class="wp-caption-text">Selamat jalan Rahmi</p></div>
<p>8 Juli 1986</p>
<p>Hujan masih senantiasa bergemuruh meratapi genting di langit-langit rumah. Kegelapan masih betah bertahan di ruangan ini, seakan ingin menemaniku yang duduk sendiri di ruang tamu. Sudah seminggu lamanya hari-hari ini berguguran, terbenam dalam langkah-langkahku, sudah seminggu berlalu setelah kepergianmu.</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-452"></span>***</p>
<p>Aku masih ingat hari-hari itu, dimana kita bersama membunuh waktu. Aku juga tidak melupakan hari bersejarah dimana kita bertemu, hari yang kelam, dimana gerimis mendera ditengah musim panas, ada yang salah dengan langit. Aku juga belum lupa ketika melihatmu menggigil kedinginan waktu itu. Air mataku mengalir, ketika kuingat saat kita berkenalan dan kupinjamkan sweaterku waktu itu. Saat itu, aku tahu, bahwa telah terukir lagi sebuah nama dalam memori batinku: Rahmi julia.</p>
<p>Kau tahu Rahmi, aku sangat merindukan hari-hari itu, dimana kepingan-kepingan hati kita sudah menyatu sedikit-demi-sedikit. Aku rindu berjalan berdua denganmu sepulang kuliah, aku rindu melewatkan minggu-minggu penuh kesibukan dengan kilauan senyummu, aku ingin merasakan kembali ketika kita berjalan, menghadap kerlingan matahari senja, yang kau balas dengan keindahanmu. Keindahanmu melebur dengan deburan ombak di pantai air manis ini, seakan semua keindahan ini adalah keindahan dari sisi dirimu yang lain,Â  nikmatilah ini Rahmi, tuhan melukiskannya untukmu.</p>
<p>Kau mulai menggeliat pelan masuk ke dalam kehidupanku sejak saat itu. Kau sejengkal-demi sejengkal telah terjun dalam usahaku mengait pencapaian-pencapaian hidup. Kau lebih dari sekedar pelita, Rahmi, kau tak akan tergantikan.</p>
<p>Masih ingatkah kau Rahmi? Saat-saat dimana kita menikmati senja sepulang kuliah? Derap langkah kita agaknya menggentarkan dunia, karena kulihat dunia menghening ketika kita berjalan beriringan, paling tidak, mungkin itu hanya ada dalam kepalaku. Aku masih bisa merapal-rapal kembali kata-kata manismu, seakan menstimulasi pikiranku agar bekerja lebih realistik, aku masih ingat senandung-senandung dari bibir tipismu itu, menambah satu jalan kehidupan lagi yang harus kutempuh: hidup selamanya denganmu.</p>
<p>Aku ingin menayangkan ulang memori dimana kita terikat pada suatu perjanjian, sebuah perjanjian sakral dimana hanya nyawa yang bisa mengirisnya. Aku bersyukur bisa menikahimu, kita telah banyak melewati waktu bersama, kita telah banyak mengail-ngail keindahan senja kedalam penglihatan kita. Kali ini aku ingin membalas senyum ramah sang fajar denganmu.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Aku tahu Rahmi, kau bukanlah tipe wanita yang mempunyai impian yang rendah, kau jelas tak ingin menjadi istri yang biasa, aku tahu itu dari sorot matamu, yang seakan-akan memaki-maki diriku, mendelik marah, mengapa aku terus membuat sang pemilik mata itu berdiam diri di rumah. Atau dari ucapan-ucapan cerdasmu, yang seakan mengisyaratkan: â€œbang, aku ingin melanjutkan kuliahkuâ€. Atau dari sikapmu, membuatku merasa sangan sia-sia jika hidupmu hanya dihabiskan sebagai wanita yang biasa saja.</p>
<p>â€œbang, apakah aku boleh melanjutkan kuliahku?â€ di minggu pagi yang cerah, membuat secangkir teh hangat urung kuhirup.</p>
<p>â€œmengapa tidak? Kau tahu sayang? Aku sangat mendukung apapun yang rasanya bisa membuatmu menjadi lebih baikâ€ ya, aku sangat mengerti itu Rahmi&#8230;</p>
<p>â€œnamun apakah kau akan keberatan bang, jika aku akan mengambil pascasarjana di universitas indonesia?â€</p>
<p>â€œkebetulan sekali Rahmi, aku juga akan dipindah kerjakan ke jakarta, insya allah dalam waktu dekta kita akan pindah ke jakartaâ€</p>
<p>Aku bersumpah, sedetik setelah ucapan itu, alam semesta seakan ada dalam matamu Rahmi&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Sudah tiga bulan, rasanya hidup di jakarta tidaklah ada masalah yang berarti, kau tetap menjalankan kuliahmu, dan aku pun terus berkelahi dengan pekerjaanku. Namun kau ingat Rahmi, kita tak pernah berniat melewatkan satu senja pun untuk kita tatapi keindahnnya. Kita tak pernah ingin mengacuhkan satu pagi pun tanpa membalas senyum sang fajar, hingga suatu hari mataku terpaku pada tinta merah yang kau goreskan pada kalender putih di ruang keluarga, kau lingkari, lalu kau tulis: 1 Juli 1985, ulang tahun pernikahan kita yang pertama.</p>
<p>â€œbang, alhamdulillah, kita telah melewati 360 hari paling rumit dalam hubungan rumah tangga, hari-hari yang berat, namun penuh oleh kesenangan yang membuai, semoga tahun-tahun kedepan keluarga kita semakin harmonis bang&#8230;â€</p>
<p>Ya, Rahmi, semoga.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Mulai lagi tertata deretan hari-hari panjang yang kita jejaki, sudah hampir 2 tahun pula asmara kita beruntai-untai dalam tirai rumah tangga. Ada saat-saat aku terkadang merindukanmu bergitu dalam, dan mungkin aku akan mengalaminya sekali lagi. Kau berencana pergi dengan keluargamu ke Kuala lumpur, Malaysia. Untuk menghadiri pesta pernikahan sepupumu. â€œbang, ayo, ikutlah. Kita akan mencoba melihat bagaimana senyum senja di kuala lumpur kan?â€ sayang, maaf, ajakanmu waktu itu kutolak, ada pekerjaan yang tak bisa kutinggalkan, lain kali mungkin.</p>
<p>Namun sayang, aku tak sadar, bahwa kali itu mungkin adalah kali terakhir aku bisa mengecup wajah indahmu&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>8 Juli 1986</p>
<p>Hujan belum berhenti, masih setia menemaniku, kuletakkan selembar koran minggu lalu, tepat di sebelah kalender tahun lalu yang dilingkari tinta merah. Kalender yang bersebelahan dengan koran yang bertulisan:</p>
<blockquote><p><strong>Telah terjadi kecelakaan mobil di Kampung salak selatan, Kuala lumpu, Malaysia(1 Juli 1986). Hanya ada seorang korban, seorang wanita dari Sumatera barat, Indonesia. Bernama RAHMI JULIA.</strong></p></blockquote>
<p>Sungguh Rahmi, aku ingin melewatkan walaupun satu kali senja lagi bersamamu.</p>
<p>Arif â€“aurora- rahman</p>
<p><a href="mailto:aurora@langittimur.com">aurora@langittimur.com</a></p>
<p><a href="../../../../../">http://www.langittimur.com</a></p>
<p>weleh-weleh&#8230;. lama tak update, aku jadi ingin membuat cerpen lagi.. namun yang ini sumpah cuma cerpen iseng-isengan&#8230; bikin cerpen tentang pasangan suami istri, namun aku saja belum punya siapa-siapa untuk menjadi pasangan&#8230; jadi, mohon maaf para pambaca kalau feeling nya kurang dapat. Maklum, yang menulis belum punya pasangan&#8230; hehehe&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/lingkaran-merah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>alasan mengapa aku ga punya facebook</title>
		<link>http://www.langittimur.com/alasan-mengapa-aku-ga-punya-facebook.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/alasan-mengapa-aku-ga-punya-facebook.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 06:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.web.id/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[mungkin dah banyak yang nyadar kalo aku ini sedikit berbeda dari blogger lain, bukannya aku lebih ganteng daripada blogger cewe&#8217; lainnya, tapi aku ga punya account facebook, dan aku juga ga pernah masang widget facebookku di sidebar blog ini nah, kalo ada yang nanya kenapa, silahkan baca artikel yang sedeatik lagi bakal kusuguhkan ini, artikel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" src="http://i499.photobucket.com/albums/rr355/zhombee/facebook_pic.jpg" alt="" /><br />
mungkin dah banyak yang nyadar kalo aku ini sedikit berbeda dari blogger lain, bukannya aku lebih ganteng daripada blogger cewe&#8217; lainnya, tapi aku ga punya account facebook, dan aku juga ga pernah masang widget facebookku di sidebar <a href="http://www.langittimur.web.id">blog ini</a></p>
<p style="text-align:left;">nah, kalo ada yang nanya kenapa, silahkan baca artikel yang sedeatik lagi bakal kusuguhkan ini, <em>artikel ini kudapat 3 hari yang lalu, tapi lupa link sumbernya, jadi kalo ada temen2 yang ngerasa artikelnya kurepost, silahkan komen, biar bisa kukasih linknya, OK!!</em></p>
<p style="text-align:left;"><em><span id="more-79"></span><br />
</em></p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;">Facebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.</p>
<p>Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media.</p>
<p>Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam.</p>
<p>Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook, administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman.</p>
<p>Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut.</p>
<p>Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, &#8220;wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk..&#8221; ujar salah satu komentar.</p>
<p>&#8220;Al Qur&#8217;an memang tidak pernah salah&#8230;.orang kafir tidak akan ridho selamanya&#8230;&#8230;&#8221; ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, &#8220;Anti-jihad wajib dibasmi!&#8221;</p>
<p>&#8220;Finally, it realized. see! &#8216;they&#8217; cut the tongue of those who speak the truth,&#8221; komentar lain menambahkan.</p>
<p>Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme, namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa takut atau terancam akan hadirnya grup Cyber Jihad Community ini?</p>
<p>Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus pintar memanfaatkan peluang dan sarana.Â  Facebook yang punya musuh Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam.Â  Seperti para mujahidin Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">
</blockquote>
<p style="text-align:left;">nah, so, jadikanlah ini bahan renungkan buat kita semua, dan satu lagi, keputusan mau tetap memakai facebook atau enggak, semuanya kembali pada para temen2 blogwalkers semua&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">sebagai informasi, aku kemaren browsing ke kaskus, ketemu baju keren, ne dia:</p>
<p><img src="http://i92.photobucket.com/albums/l40/kaosku/kaos_facebook.jpg" alt="" /></p>
<p>nah, kalo mau beli juga, SMS aja bang harjo: <strong><span style="color:red;"><span style="font-size:medium;">081.80459.4788</span></span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/alasan-mengapa-aku-ga-punya-facebook.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bagusnya posting apa yah??</title>
		<link>http://www.langittimur.com/bagusnya-posting-apa-yah.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/bagusnya-posting-apa-yah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 09:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.web.id/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[mungkin temen2 semua udah pada tau, kalo aku ini orang yang percaya banget sama mitos, apalagi sama mitos kalo angka 13 itu angka sial&#8230; nah, inilah yang bikin aku kaget waktu aku login dan masuk ke dashboard blogku: postinganku ada 13!!! tidaaaakkk&#8230;.. ini bakal membawa kesialan nantinya&#8230; ingin rasanya ku delete postingan sebelumnya mengenai survive, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin temen2 semua udah pada tau, kalo aku ini orang yang percaya banget sama mitos, apalagi sama mitos kalo angka 13 itu angka sial&#8230; nah, inilah yang bikin aku kaget waktu aku login dan masuk ke dashboard <a href="http://www.langittimur.web.id">blogku</a>:<br />
<img src="http://i499.photobucket.com/albums/rr355/zhombee/blah.jpg" alt="" /></p>
<p><span id="more-58"></span></p>
<p>postinganku ada 13!!! tidaaaakkk&#8230;.. ini bakal membawa kesialan nantinya&#8230; ingin rasanya ku delete postingan sebelumnya mengenai survive, tapi sedetik kemudian aku sadae, kalo kuhapus, aku ga bakal maju-maju, makanya, aku buat postingan tak berbobot kaya&#8217; gini buat menghindari semua resiko yang bakal terjadi kalo ada elemen 13 di blogku ini&#8230;. jadi, kalo ga minat, silahkan baca <a href="http://www.langittimur.web.id/ujian-survive-diperlukan/">postingan sebelumnya yah</a>&#8230;</p>
<p>oh ya, sekedar informasi aja, kemaren aku promosi blog juga ke temen2 ku, banyak yang bilang kalo mereka blom terlalu mengerti apa itu blog, gimana caranya ngeblog, atau bahkan ada yang ga tau gimana cara bukanya sama cara komennya&#8230; ya udah, bagi yang belom tau, aku dah siapin page tutorial singkat bwt kamu2 semua&#8230; disini: <a href="http://www.langittimur.web.id/orang-baru-disini/" target="_blank">KLIK!!!</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/bagusnya-posting-apa-yah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>avatar: path of zuko</title>
		<link>http://www.langittimur.com/avatar-path-of-zuko.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/avatar-path-of-zuko.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 13:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.web.id/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[nah,kali ini aku bakal post tentang game yang kumaenin kemaren, namanya path of zuko mungkin kalo denger nama zuko pasti iungetnya ke avatar kan?? hehe.. dan betul memang kalo game ini emang tentang avatar â€¦ kalau kulakukan pengamatan secara umum, game ini adalah game imut-imut yang menceritakan ttg perjalanan zuko di kampungnya sendiri, di kerajaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-body">
<div>
<div class="item-body">
<div>
<p>nah,kali ini aku bakal post tentang game yang kumaenin kemaren, namanya path of zuko</p>
<p>mungkin kalo denger nama zuko pasti iungetnya ke avatar kan?? hehe.. dan betul memang kalo game ini emang tentang avatar  <img src="http://www.darklighter.co.cc/wp-content/plugins/blacy-smilies/blacy/victory.gif" alt="victory" /> â€¦</p>
<p>kalau kulakukan pengamatan secara umum, game ini adalah game imut-imut yang menceritakan ttg perjalanan zuko di kampungnya sendiri, di kerajaan api yang nantinya bakal berteman sama si aang!</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>screenshoot:</p>
<p><img src="http://i499.photobucket.com/albums/rr355/zhombee/1-1.jpg" alt="" width="500" /><br />
<img src="http://i499.photobucket.com/albums/rr355/zhombee/2-1.jpg" alt="" width="500" /></p>
<p><img src="http://i499.photobucket.com/albums/rr355/zhombee/3-1.jpg" alt="" width="500" /></p>
<p>dibutuhkan:</p>
<ul>
<li>ram 512(bagusnya sih 1gb)</li>
<li>directx 8 ato lebih</li>
<li>flash player 9 ato lebih</li>
<li>video card mencukupi</li>
<li>disk space 62 mega an</li>
</ul>
<p>download: <a href="http://www44.indowebster.com/86b9b983e4893b9c4b0d1d43666b9812.zip" target="_blank">klik disini(62 mb lebih sedikit)</a></div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/avatar-path-of-zuko.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>download film: si jago merah</title>
		<link>http://www.langittimur.com/download-film-si-jago-merah.html</link>
		<comments>http://www.langittimur.com/download-film-si-jago-merah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 12:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aurora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langittimur.web.id/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[baru 114 detik sebelum aku ngetik judul postingan ini aku nonton filmnya(yap! sudah berabad-abad filmnya muncul, aku baru nontonnya sekarang sodara! sekarang!!) ada ringgo si playboy suka ngutang, ada desta si kalem, ada judika si batak emosian, dan ada juga ytonk yang medok anak juragan jamu. sebelum aku sharing, ada baiknya kita lihat dulu detail [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-body">
<div>
<div class="item-body">
<div>
<p><img src="http://img15.imageshack.us/img15/8396/jagomerah.jpg" alt="" /></p>
<p>baru 114 detik sebelum aku ngetik judul postingan ini aku nonton filmnya(yap! sudah berabad-abad filmnya muncul, aku baru nontonnya sekarang sodara! sekarang!!)</p>
<p>ada ringgo si playboy suka ngutang, ada desta si kalem, ada judika si batak emosian, dan ada juga ytonk yang medok anak juragan jamu.</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p>sebelum aku sharing, ada baiknya kita lihat dulu detail filmnya:</p>
<blockquote><p><span style="font-weight:bold;">Jenis Film :</span> Drama/comedy &#8211; Remaja (teenage)<br />
<span style="font-weight:bold;">Produser  :</span> Chand Parwez Servia<br />
<span style="font-weight:bold;">Produksi :</span> Kharisma Starvision Plus</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Pemain :</span> Ringgo Agus Rahman, Desta Club 80â€™s, Ytonk Club 80â€™s, Judika, Poppy Sovia, Tika Putri, Sarah Sechan<br />
<span style="font-weight:bold;">Sutradara :</span> Iqbal Rais</p>
<p>Gito Prawoto (Desta Club 80â€™s), Dede Rifai (Ringgo Agus Rahman), Kuncoro Prasetyo (Ytonk Club 80â€™s) &amp; Rojak Panggabean (Judika) terancam D.O. gara-gara menunggak uang kuliah selama 4 semester berturut-turut, orang tua mereka ternyata sudah tidak bisa lagi membiayai kuliah. Pihak Kampus memberikan kelonggaran agar mereka bisa tetap kuliah, tapi tetap harus membayar minimal satu semester dalam waktu beberapa hari</p>
<p>Masing-masing mencari uang. Ternyata mereka tetap butuh biaya untuk hidup sehari-hari, apalagi sebagian dari mereka sebelumnya bergaya hidup ibu kota</p>
<p>Kuncoro memberikan solusi agar biaya operasional terjangkau dan mengajak mereka mencari rumah kontrakan dekat kampus, dan menjalani pola hidup sederhana. Solusi lainnya adalah kerja magang, tapi magang itu membuat mereka kelelahan. Jadwal kuliah menjadi berantakan. Gito mendapatkan ide untuk mencari part time job yang tidak melelahkan dan menyita banyak waktu yaitu sebagai pemadam kebakaran</p>
<p>Singkat cerita setelah ikut pelatihan, mereka diterima kerja magang di Pemadam Kebakaran, sebagai Pasukan Cadangan dengan perlengkapan seadanya dan diberi tugas untuk merawat mobil pemadam kebakaran yang sudah tua, yang dikenal dengan sebutan SI JAGO MERAH</p>
<p>Mahasiswa-mahasiswa â€œtidak-beruntungâ€ ini mendapatkan jatidirinya lewat sebuah tindakan heroik tanpa pamrih yang membuat mereka mendapat penghargaan dari Walikota (Rano Karno)</p>
<p>dan sedikit clue dariku, kata terakhir dalam dialog film ini adalah: â€œkodraaaaatttt!!!â€</p>
</blockquote>
<p>bagi yang mau download, langsung aja:</p>
<p>part 1= <a href="http://www39.indowebster.com/1a2b3e39cd78813ff415bc397e436b22.avi" target="_blank">klik disini(542 mega-an)</a></p>
<p>part 2= <a href="http://www39.indowebster.com/d63bc8421b7f17bef3eeef531fea669b.avi" target="_blank">klik disini(470 mega-an)</a></p>
<p>met nonton!!!</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.langittimur.com/download-film-si-jago-merah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
